J.E.P News

Banyak cerita menarik dan inspiratif hadir di Sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI). Yakni,sekolah gratis untuk masyarakat kurang beruntung di Batu, Malang, Jawa Timur.

Kisah tersebut dituangkan dalam film berjudul Anak Garuda. Kisah ini tidak hanya menceritakan perjuangan Julianto Eka Putra sang inisiator, juga perjuangan siswa-siswi SPI yang datang dari keluarga tidak mampu untuk bersama-sama mengubah nasib dan memutus rantai kemiskinan di keluarga mereka. Terus berlanjut hingga mereka menjadi wirausahawan dengan omzet milaran rupiah yang digunakan kembali untuk mengelola Sekolah SPI.

Film Anak Garuda ditulis oleh Alim Sudio dan disutradarai Faozan Rizal. Film yang baru menyelesaikan proses syuting di Batu, Malang dan beberapa kota di Eropa ini terinspirasi dari kisah tujuh tokoh nyata alumni Sekolah SPI angkatan awal.

Mereka adalah Olfa, Robet, Yohana, Dila, Sayyidah, Wayan dan Sheren yang diarahkan oleh mentor mereka, Julianto Eka Putra atau Koh Jul dan kini sudah mengelola divisi usaha sendiri.

Film yang menggambarkan jatuh bangunnya ketujuh tokoh saat mulai belajar berwirausaha ini merupakan garapan Butterfly Pictures yang tak lain merupakan divisi usaha terbaru di Sekolah SPI. Divisi ini mengkhususkan diri dalam produksi film dan dikelola langsung oleh alumni Sekolah SPI sambil menggandeng aktor Verdi Solaiman.

Sebelum tayang di bioskop pada 2020 mendatang, Film Anak Garuda juga sudah bisa dinikmati dalam bentuk webtoon. Komik digital ini telah tayang di kanal Line Webtoon berjudul Anak Garuda sejak 17 Mei 2019 lalu. Film Anak Garuda diperankan oleh Tissa Biani (Sayyidah), Violla Georgie (Yohana), - vAjil Ditto (Robert), Clairine Clay (Olfa), Geraldy Polisar (Wayan), Rania Putrisari (Sheren), Rebecca Klopper (Dila) dan Kiki Narenda (Julianto Eka Putra).