J.E.P News

Banyak menginspirasi, itulah yang banyak melekat pada seorang diri Julianto Eka Putra. Sehingga banyak media masa Nasional yang mengangkat kisahnya yang awalnya sangat "suram" sampai bertransformasi seperti menjadi Julianto Eka Putra yang memimpin banyak perusahaan seperti sekarang ini

Pria yang suka menghabiskan uang untuk melengkapi koleksi perpustakaan pribadinya itu memang dididik mandiri sejak kecil oleh pasangan Tony Singgih Utama dan Yenny Sindawati. Ko Jul sejak bocah diminta ikut membantu jualan di stan milik orang tuanya di Pasar Turi. Dengan menjadi corong promosi, dia menarik perhatian pembeli.

Pengalaman dijalanan membuat Ko Jul mulai mengenal MOLIMO (madat/merokok, madon/main perempuan, main/judi,minum, dan maling). AKibat kebandelannya itu, di kalangan teman SMA, Ko Jul dikenal dengan sebutan "Kingkong" karena nakal dan jago berkelahi.

Capek menjalani hidup yang tidak benar dan ingin bertobat, Julianto berubah menjadi pribadi yang lebih baik saat memasuki perguruan tinggi. Alhasil, pendidikannya dirampungkan dalam tempo 3.5 tahun cum laude.

Selepas mendapatkan gelar sarjana ekonomi. Ko Jul mulai mengelola toko emas hingga menjadi sales sepatu. Julianto juga pernah mengenyam pekerjaan sebagai account officier di Bank BDNI. Karena tak puas menjadi karyawan, dia akhirnya memilih menjadi wirausaha.

Ko Jul mempunyai mimpi untuk menjadi kaya dan ingin mempunyai deposito 1 Milyar pada kali itu. Ko Jul berpikir untuk mencari pendapatan lain "agar sebelum saya mati, saya masih sempat kaya" ujarnya. Saat itu Ko jul diajak teman SMA untuk bergabung di bisnis High Desert. Dalam 1 bulan dia mendapatkan tambahan penghasilan Rp.125 ribu, dikala itu.

Keseriusan berbisnis High Desert dimulai dengan jadi stokist HD di wilayah Surabaya. "Saya bisa seperti ini karena life skill, seperti keberanian mengambil resiko, setia kawan, dan tidak malu mencari uang,a" Kata Julianto Eka Putra.

Julianto saat ini memimpin lebih dari 20 perusahaan semua dalam bendera Binar Group. Serta Ko Jul juga seorang sangat dermawan sehingga menjadi pendiri dari sekolah gratis bagi anak-anak yang tidak mampu di seluruh Indonesia (SMA Selamat Pagi Indonesia)